Di Indonesia peradaban batik telah dikenal sejak jaman
kerajaan. Dalam catatan sejarah batik telah dikenal sejak abad ke-13. Di masa
lampau pembuatan batik sangatlah tradisional, dimulai dari proses pembatikan
hingga proses pewarnaannya.
Untuk menghasilkan sebuah batik (khususnya batik tulis) diperlukan
proses yang panjang. Sebelum memasuki era kemajuan teknologi, tiap proses pembatikan
hingga pewarnaan dilakukan berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.
Pada awalnya proses pewarnaan batik berasal dari tumbuhan, di
antaranya; daun-daunan, buah, kulit kayu, getah kayu, dan akar pohon. Untuk mendapatkan
warna yang diinginkan, bahan-bahan alami tersebut melalui proses ektrak/ diambil warna alaminya
dengan cara ditumbuk maupun dimasak.
Bahan-bahan yang telah dikenal sebagai penghasil warna alami
antara lain:
·
Daun teh, menghasilkan warna coklat
![]() |
| daun teh, pewarna alami batik |
·
Buah pinang, menghasilkan warna merah
·
Tanaman perdu indigo, menghasilkan warna biru
·
Daun suji, menghasilkan warna hijau
·
Kunyit, menghasilkan warna kuning
·
Kulit kayu pinus, menghasilkan warna coklat
·
Getah gambir, menghasilkan warna merah
·
Akar pohon mengkudu, menghasilkan warna merah
kecoklatan
Seiring perkembangan jaman, dengan alasan kepraktisan proses
pewarnaan alami mulai ditinggalkan oleh perajin batik. Mulailah dikenal pewarnaan
sintetis, yakni zat pewarna yang dibuat atau disintetiskan melalui proses kimia.
Zat pewarna sintetis memiliki ragam
![]() |
| buah pinang, pewarna alami batik |
Berikut kelebihan dan kekurangan antara pewarna alami dan
sintetis:
·
Zat pewarna alami berasal dari bahan-bahan yang
ramah lingkungan, kandungan dalam bahan alami sangat jarang sekali
mengakibatkan alergi kulit, sedangkan kekurangannya adalah proses ektraksi yang
panjang dan warnanya terbatas.
·
Zat pewarna sintetis memiliki kelebihan ragam
warna yang kaya. Warnanya tajam dan mengikat dalam serat batik, sedangkan
kekurangannya adalah dibuat dari proses kimiawi yang kurang ramah lingkungan.
Baik pewarnaan alami maupun sintetis dalam perawatannya
batik sama-sama memerlukan perlakuan khusus baca tips merawat bati kesayangan.
Perawatan yang baik akan menjadikan batik anda awet dan terjaga warnanya. Semoga
artikel tentang pewarnaan batik bisa bermanfaat bagi pembaca.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar